Minggu, 17 Juli 2011

P.M.S

Sebentar, ini tanggal berapa? Udah menjelang tanggal 20 ya?

Huh, pantas saja aku nge-galau. Sudah 3 hari terakhir ini kepala migrain, perut melilit, pegal-pegal, jerawat kecil-kecil, aaagghh... This is my PMS!

Apa? PMS?

Seperti kita ketahui, perempuan memang berbeda dari kaum pria. Mereka memiliki siklus-siklus tertentu dalam hidupnya, bahkan dalam setiap bulannya. Siklus-siklus yang pada umumnya diakibatkan oleh perubahan hormonal dalam tubuh seorang perempuan.

Nah, PMS atau pre-menstruation syndrome adalah gejala-gejala khas yang (katanya) lumrah dialami para perempuan menjelang "tanggal merah"-nya. Seringkali, di tanggal-tanggal ini (katanya) perempuan jadi sangat sensitif. Dikit-dikit marah, dikit-dikit nangis, dikit-dikit ngambek. Senggol-bacok, gitu istilah seremnya. Sehingga seringkali para perempuan mencoba untuk meminta orang-orang di sekitarnya untuk memahami gejolak emosionalnya, "Ei, gue lagi PMS nih! Jangan macem-macem ya!" atau, "Haduh...sori sori gue lagi PMS nih, jd meledak-ledak gitu..."

Tapi, benarkah demikian? Atau itu hanya pembelaan diri saja atas kesalahan mereka?

Justru itulah yang ingin saya bagi, khususnya kepada sista-sista semua. Apakah kamu juga mengalami gangguan-gangguan tertentu menjelang "tanggal merah"-mu?

Kalau aku, awalnya memang tidak begitu percaya hubungan antara siklus menstruasi dengan gejala-gejala tertentu, terlebih gejala yang bersifat mental atau emosional. Aku juga nggak mau dikatakan nyari-nyari alasan agar orang lain memaklumi diriku yang (lagi) nyebelin.

Tapi aku penasaran juga, mengingat bahwa memang hampir setiap bulan aku merasakan gejala-gejala yang nggak enak di badan. Dan biasanya, seminggu setelah aku uring-uringan nggak enak badan gitu, aku haid. Jadi aku memutuskan untuk mulai rajin membuat kalender pribadi di buku catatanku. Aku tandai setiap tanggal dengan simbol-simbol tertentu, plus catatan kecil di bawahnya. Tanggal sekian aku migrain, tanggal sekian aku sakit perut sampe 3 hari, tanggal sekian mulai nongol jerawat, tanggal sekian aku mulai males ngapa-ngapain, tanggal sekian aku haid, dan tanggal sekian haidku selesai.



Setelah tiga bulan berlalu, aku review lagi kalender-kalender itu, dan... bener juga sih, semua gejala nggak mengenakkan itu datang hampir selalu tepat waktu setiap bulannya. Dan gejalanya juga itu-itu aja. Oke, aku paham, berarti memang pre-menstruation syndrome itu menimbulkan gejala fisik demikian di dalam tubuhku.

Nah, bagaimana dengan gejala emosional? Justru inilah yang paling ingin kuketahui. Oke, aku kembali rajin merunut kejadian-kejadian tertentu dalam kalender pribadiku, dan... jeng jeng! Aku nggak tau kenapa, tapi iya bener! Antara 7-10 hari menjelang "tanggal merah" selalu ada catatan seperti ini: #dimarahin ibu, #ngomel-ngomel ke orang, #berantem sama niko, #manja sampe bikin gondok, #bikin kacau rapat, #nangis, #minum obat nyamuk (astajim! gak deng, becanda haha!). Intinya adalah, ada tanggal-tanggal di mana aku sangat galau, sensi, dan nyebelin buat orang lain. Dan tanggal itu ada di dalam siklus yang sama.

Dugaan awal atas kelabilan emosi atau gejala psikis PMS adalah disebabkan oleh perasaan tidak nyaman di dalam diri, yang masih terkait dengan gejala-gejala fisik. Misalnya, gejala fisik seperti migrain, sakit perut bagian bawah (rahim), gangguan pencernaan, nyeri di bawah ketiak, plus dtgnya segerombolan jerawat tak diundang adalah saaangaaaaaaattttt menyebalkan buat cewek! Sumpah! Dan percaya atau tidak, semua gejala itu bisa datang BERSAMAAN!!!! *hosh,,hosh,, (Sabar Ken, sabar...(>.<) Maaf, curhat nih ==> sedang mengalami*.

Kan, semua itu tak pelak membuat kau jadi males ngapa-ngapain, males ngomong, males ngaca, males ketemu orang, maunya bergelung di tempat tidur. Apalagi jika semua gejala itu datang hampir bersamaan, ya ampun, pasti cowok-cowok ngga kebayang ya? Sumpah bro, itu ngga enak banget rasanya. Bawaannya pengen marah-marah geje. Jadi ya, mungkin sedikit banyak itu berpengaruh ke mood.

Dulu aku pernah membaca buku "Why Men Don't Listen & Women Can't Read Maps" (sekarang dmn ya bukunya, lupa) Itu salah satu literatur yang bisa menjelaskan kepadamu tentang perbedaan pria dan wanita, secara hormonal dan cara kerja otak yang berimplikasi kepada perbedaan sifat-sifat umum mereka. Allan & Barbara Pease menjelaskannya berdasarkan penelitian, jadi itu uraian ilmiah.

Seperti kita ketahui, hormon yang sangat berperan pada tubuh wanita adalah estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini yang membuat payudara membesar dan suara menjadi lebih tinggi. Sedangkan pada pria, hormon yang mendominasi adalah testosteron, yang menyebabkan pria memiliki suara berat dan tubuh lebih berotot. Hormon yang dimiliki wanita juga dimiliki oleh pria, begitupun sebaliknya. Hanya rasio jumlah hormon-nya yang sangat berbeda.

Secara biologis, siklus perubahan hormonal pada wanita juga diikuti perubahan psikologis pada wanita. Maka, kemudian ada istilah PMS (pre-menstrual syndrome) yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi. Wanita pun dianggap main 'perasaan' atau lebih sensitif.

Pre-menstruation syndrome atau PMS adalah hal yang lumrah terjadi pada perempuan. Itu adalah sebuah fakta ilmiah. Seperti apapun gejalanya, yang jelas kebanyakan bukanlah hal enak. Berikut info yang kudapat dari sebuah situs kesehatan.

Terdapat kurang lebih 200 gejala yang dihubungkan dengan PMS, namun gejala yang paling sering ditemukan adalah iritabilitas (mudah tersinggung) dan disforia (perasaan sedih). Gejala mulai dirasakan 7-10 hari menjelang menstruasi berupa gejala fisik maupun psikis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan biasanya menghilang setelah menstruasi.

#Fisik
-Kelemahan umum (lekas letih, pegal, linu) *di gue, yap!
-Acne (jerawat) plus muka berminyak *iya banget
-Nyeri pada kepala, punggung, perut *semuanya, IYA!
-Nyeri pada payudara ***** (sampe 5 bintangnya)
-Gangguan saluran cerna misalnya rasa penuh/kembung, konstipasi, diare *bener bgt
-Perubahan nafsu makan, sering merasa lapar (food cravings) *di gue, enggak. malah ga napsu makan


#Mental
-Mood menjadi labil (mood swings), iritabilitas (mudah tersinggung), depresi, ansietas
-Gangguan konsentrasi
-Insomnia (sulit tidur)

klo aku tambah 2 poin lagi:
-Jadi sangat tidak logis dan cenderung "nggak mau ngerti"
-mencari media katarisasi dengan berbelanja ***gawat

Hmm... setelah baru saja aku mengamati kalender pribadiku dan merunut gejala-gejala fisik maupun psikis yang datang di periodik tertentu, sepertinya memang aku (juga orang-orang di sekitarku) harus mewaspadai gejala ini. Antisipasi sebelum, juga ketika ia datang. Aku tidak ingin berapologi atas perilaku-perilaku nyebelin yang kebetulan kubuat selama periode itu. Sebagai perempuan aku ingin berbagi saja, mudah-mudahan kita semua bisa semakin memahami diri sendiri. Aku sendiri, setelah memahami kalender dan siklus pribadi-ku, ingin belajar untuk bisa menguasai diri. Bagaimana denganmu, sista? Kau juga mengalami PMS yang nyebelin seperti aku? Sharing dong!

4 komentar:

  1. sama ken aku jg nyebelin ;( yg pasti seminggu sblm haid ada aja yg bikin nangis.

    BalasHapus
  2. haii ken, salam kenal yaaah...
    aku suka bgt gaya tulisan kamu, ringan, namun asyik dibaca dan mudah dipahami tapi juga memiliki nilai dan ruh yang tinggi *eciyeeeeee :p
    qiqiqiqi

    thanx bgt nii buat info-nyaaa, amat berhargaa ;)

    BalasHapus
  3. thanks devi, salam kenal juga, jangan bosan-bosan ya mampir ke sini ;)

    BalasHapus
  4. Ken,,tulisannya asik dibaca dan banyak mengandung unsur ilmiah..hahaha...iyah PMSku ga segawat kamu..hehe..tapi aku salah satu yang suka jadiin PMS alasan.. *uups....

    BalasHapus