Jumat, 13 Desember 2013

Tahun Kesenangan


Life is so funny. In the end, your greatest pain becomes your greatest strength. 
**
Aku mengawali tahun 2013 dengan kepahitan dan rasa sakit dikhianati oleh orang yang kucintai. Sebuah kejutan tak terduga yang cukup mengguncangku waktu itu. Tetapi saat tengah limbung itulah, aku justru dipertemukan dengan orang-orang yang kehadirannya bukan cuma menguatkan, tapi juga mengajariku banyak hal dengan bersenang-senang.
Iya, jadinya 2013 ini tahun kesenangan!
I travel a lot this year, I checked some points of my bucket list, tetapi lebih dari itu, ada orang-orang spesial yang dikirimkan Tuhan untukku dan membuat tahun ini terasa lebih berarti. Mereka membantuku menemukan diri.
Thanks to my powerpuff girls kak Noni dan Desma yang udah bikin aku ngakak terus sampe kurus setahunan ini (eh iya kan ketawa membakar kalori kan). Bersama mereka, aku menemukan sisi diriku yang baru. Sebelumnya, orang mengenal Ken Andari dengan image yang cool, jutek, lurus banget, suka mikir yang serius-serius, kalo ngomong juga elegan dan penuh wibawa (preeett..) Tapi kalo udah sama mereka, aku jadi Ken Andari yang suka dikeplak-keplak, ditabokin, bahkan diketawain sampe ditunjuk-tunjuk karena semua tingkah laku dan celetak-celetuk yang menurut mereka ngeselin. Sembarangin-sembarangout. Sumpah, ini pertama kalinya aku diperlakukan begini sama orang!
girlfriends are the best cure
Aku juga ngga ngerti yah, kenapa aku bisa bikin kak Noni ngakak seharian sampe sakit perut karena celetukan dan imajinasi ngasalku. Apakah aku segitu konyolnya. Aku pun ngga terlalu paham kenapa Desma bisa sampe nabok bajay lalu ketawa jongkok di pinggir jalan saking keselnya sama spontanitas aku. Sungguh mengharukan, tak pernah terbayang aku bisa bikin orang ketawa segitunya, aaahhh... :')) Tingkah laku ku juga bisa membuat mereka berdua spontan berpandangan dengan tatapan ngga ngerti, kemudian tersenyum maklum dan dengan datar bilang, “Paham gue. Error lu emang.”
Mereka yang udah liat aku jatuh terjengkang dari kursi, nyusruk di keyboard setiap siang, ngelindur makan sambil tidur, nangis lalu ketawa, nari-nari sok imut sampe bikin jijik, rasanya aku bener-bener udah nggak bisa pasang topeng apapun di depan mereka. Ih, padahal seharusnya imej aku tuh cool and elegant! 
“Ken, kami berdua mengakui bahwa pencitraan lo ke luar itu bagus banget. Tapi buat kita, maap-maap kata. Udah ngga mempan..” wkwkwk kurang ajyaarrrrr! "Terserah deh, elu mau pake heels secantik apa, pake jam sekeren apa, jalan ama siapa, bahkan elu mau jadi apa, tetep aja semua itu FAIL di depan kita," Anjir!!!
Aku bisa menghabiskan waktu bersama mereka sekadar nongkrong di warung burjo sambil gosipin cowok, mem-bully dedek iphun, mojok di satu sudut Gramedia ngetawain "sesuatu" yang selamanya akan jadi rahasia kami bertiga, nongkrong di pinggir trotoar makan eskrim sambil ngomongin orang, ngebolang random, menghitung cowok yang datang dan pergi... wkwkwk... begajulan.. Eh tapi bisa juga diajak mengkaji Islam ngomongin Tuhan, sufisme dan keghaiban *yang ini edisi pencitraan* Pokoknya senang! 
Aku jadi lupa sama rasa sakitku di awal tahun, nggak punya waktu untuk menggalau! Bahkan dalam hatiku nggak ada ruang untuk kebencian. Rasanya setiap hari terasa menyenangkan. Kami hanyut bersenang-senang sebelum akhirnya di-pause sama infusan di awal bulan ini, hahaha... inget yah, di-pause doang! Hihi..

Saat ini kami lagi sering membicarakan impian masa depan, yang akan segera kami mulai dengan sebuah business plan dan desain ruang. Bermodal kontak di hape dan kemampuan ngedipin orang yang tidak diragukan lagi, kami akan mulai cita-cita besar itu. My dream scares me sometimes, hihi... It's too big!
Powerpuff girls, buatku tahun ini, kalianlah bintangnya!

*note:
Ada satu orang lagi yang kehadirannya berarti banget buatku tahun ini. Dia menunjukkan padaku tentang mencintai diri sendiri, menceritakan banyak hal baru tentang hidup, membantuku memahami dunia. Dan satu hal, ia mengajariku menerima rasa sakit, sesuatu yang sebelumnya masih asing. Eh tapi juga bersenang-senang! Hehehe... Ucapan terima kasih nggak akan cukup untuk membalas betapa banyak makna yang kamu berikan padaku tahun ini, jadi sisanya kusimpan sebagai doa. Biar Tuhan yang balas. Sorry readers, untuk yang ini ceritanya off the record :p

... Teman yang tepat bisa membantumu menemukan diri ...

Kamis, 12 Desember 2013

Bingkai Wajah


Eyebrow frame your face. Ungkapan itu sangat tenar di dunia kecantikan, yang menunjukkan betapa pentingnya alis bagi wajah kita. Ia mendefinisikan karakter wajah dan menegaskan sorot mata. Mata adalah jendela jiwa, dan alis adalah bingkai yang menghiasinya. Tanpa alis, manusia akan terlihat sangat tidak menarik.
Dalam dunia kecantikan, tren alis berubah sama dinamisnya dengan fashion. Ingat kan, masa di mana alis melengkung busur seperti Grace Kelly atau Audrey Hepburn yang jadi tren. Kemudian tren berubah awal 1980-an ketika muncul Brooke Shields dengan alisnya yang tebal natural. Tahun 1990-an, alis tipis segaris sangat digemari. Semua perempuan mencukur alisnya, mulai dari KD sampai Christina Aguilera.
Sekarang, alis tebal kembali disukai. Kalau dulu ada Brooke Shields, sekarang ada Clara Delevingne, Lily Collins, dan Camilla Belle yang menjadi ikon kesempurnaan alis (woelaaah...) dengan alis tebal dan tegas membingkai wajah. Tren baru ini bisa dilihat di runway, para model tampil dengan nude make up, tapi dengan defined eyebrow yang menunjukkan kecantikan alami. 
bold eyebrow on runway
Tapi sekarang para cewek jadi ikut-ikutan menggambar alis mereka dengan garis berlebihan (tebal) dan warna yang terlalu pekat sehingga berkesan tidak natural. Kadang malah terlihat aneh. Sering lihat kan yang kayak gitu?
Well if you talk about my eyebrow.. aku bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan. Sepasang alis mata yang tak terlalu tebal memang, tetapi sering dikomentari para perias, “Bentuk alisnya sudah bagus, tinggal dirapihin aja..” yang berarti adalah mereka gatel mengerok bulu-bulu alisku yang berada di luar garis ideal. Huh enak aja! Aku ngga akan mencabut satu helai pun! Makanya sejak dulu aku sudah belajar membentuk alisku dengan pinsil alis supaya kalo ada perias yang sotoy, aku akan bilang, “No, aku bisa bentuk alisku sendiri!”
Aku punya sedikit tips membentuk alis. Nggak perlu mencukur atau mencabut sehelai pun! Tuhan tidak pernah salah menciptakan, kamu tidak perlu mengubah apapun dari wajahmu. Kalau mau menegaskan bentuk untuk keperluan rias tentu boleh, begini caranya:
Basuh wajahmu dengan air mengalir dari arah atas (dahi). Jangan diusap, biar mengalir saja seperti saat wudhu. Kalau sudah, bercerminlah. Perhatikan garis lurus alis yang tampak tegas setelah dibasahi. Itulah garis tumbuh alismu. Untuk menegaskan bentuknya, kamu tinggal pakai pinsil alis mengikuti garis memanjang itu. Lalu isi the bald spots dengan pinsil alis sesuai arah tumbuhnya, agar alis terlihat lebih tebal dan penuh. Maka kamu akan mendapatkan alis yang rapi, defined, tanpa mengubah bentuk alaminya. 
(1) alis berantakan, (2) garis natural alis yang basah, (3) alis setelah dibentuk dengan pensil
Buatku, “bentuk ideal” itu tidak ada. Ia diciptakan oleh tren yang berubah-ubah. Mau gitu tampil cantik sesuai tren? Kayak Krisdayanti, bentuk alisnya ngikutin tren yang perubahannya bisa kita lihat dari masa ke masa. Capek atuh mun ngikutin selera pasar mah. Tuhan menciptakan setiap perempuan cantik dengan keunikannya. Tuhan tidak pernah salah, ialah sepandai-pandainya seniman yang telah mengukir setiap lekuk wajahmu dengan detail luar biasa. Bahkan sebaris rambut di atas matamu pun jadi sebegitu pentingnya. 
still, I admire Brooke's natural eyebrow