Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Jagalah Allah, Allah Akan Menjagamu

Sulungku telah menginjak usia 6 tahun. Semakin pandai berbicara, semakin luwes mengelak. Aku tak selalu bisa jadi bundadari saat menghadapinya. Sering capek hati, capek ngomel, tapi mudah-mudahan aku selalu ingat untuk memohon pertolongan pada Allah Sang Pemilik Kekuatan yang tidak pernah capek.  Ya Allah lindungilah anak-anakku dari keburukan lisanku, dari keburukan tanganku, dari keburukan sifatku.  Jagalah kesucian dan kebersihan hati mereka.  Kuatkanlah aku untuk selalu sabar... Lembutkanlah hati mereka agar mudah menerima nasihat dan menerima ilmu... dan lembutkanlah hati dan lisanku untuk mereka... Kedua doa itu tidak pernah absen, kadang sampai berkaca-kaca mataku saat curhat sama Yang Maha Membolak-balikkan Hati . Karena aku menyadari sepenuhnya, aku bukanlah bundadari yang sempurna, aku masih tidak sabar, aku masih sering marah, aku sering capek dan terlalu ngantuk untuk menjaga mereka. Terutama si sulung, Ali, yang telah mampu memanjat tembok pagar dan kabur walaupun digembok

Memilih Sekolah untuk Anak

Gambar
Setiap orangtua pasti menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tapi, terbaik itu seperti apa? Versi siapa? Dilihat dari aspek apa? Menurut Charlotte Mason, ada tiga pertanyaan penting yang harus bisa dijawab oleh orangtua saat mereka ingin bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak-anaknya.  Mengapa anak perlu belajar? Apa yang perlu dipelajari? Bagaimana sepatutnya mereka mempelajari itu? Mengirim anak ke sekolah, membayari mereka les ini-itu sebenarnya lebih mudah daripada menjawab pertanyaan, "Mengapa saya mengirimkannya ke sekolah itu? Untuk apa saya menyuruhnya les ini-itu?" Jawaban sebaiknya tidak berhenti pada "ya biar bisa aja." Kalau jawabannya begitu, sudah pasti kita kepingin anak kita menjadi serba bisa, melebihi si ini-si itu, lalu kita berusaha membekali mereka sedini mungkin dengan segudang aktivitas yang merampas kebahagiaan bermain bebas. Kita mesti jernih melihat bahwa kini, pendidikan telah menjadi suatu produk, dan orangtua ta