Selasa, 19 Juli 2011

INDONESIA: Places I Should See Before I Die (Part 1)

1. Ngarai Sianok, Sumatera Barat


NGARAI SIANOK, lembah curam yang terletak di perbatasan Bukittinggi dengan Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jurang ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan Pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (Patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding curam, dan membentuk lembah hijau yang dialiri Batang Sianok yang airnya jernih.

Pertama kali aku lihat foto Ngarai Sianok di kalender. Waaahhh… aku bener-bener melongo waktu memandangi fotonya, dan membayangkan betapa kecilnya aku jika berada di bawah tebing-tebing batu itu. Ngarai Sianok ini sebetulnya patahan, mirip-mirip lah dengan patahan Lembang di Jawa Barat, tapi menurutku ngarai ini pemandangannya lebih W.O.W!

2. Pantai-pantai di Bangka Belitung


Kepulauan BANGKA–BELITUNG, sebuah provinsi muda yang dulunya menjadi bagian dari Sumatra Selatan. Kepulauan Babel dipisahkan oleh Selat Bangka dari Pulau Sumatra, dan Selat Karimata, yang memisahkannya dengan Pulau Kalimantan. Provinsi Babel yang beribukota di Pangkal Pinang ini merupakan penghasil timah terbesar di Indonesia.

Aku pertama kali baca tentang Babel di majalah Bobo, aku langsung jatuh cinta dengan panorama pantainya yang khas, pasir putih, air sebening kaca, dan tentu saja, batu-batu putih besar yang menghampar di pantai. Apalagi setelah nonton film Laskar Pelangi, widiwww… semakin mupeng saja melihat pantai-pantai di Bangka. Apa daya, belum tercapai…


3. Jembatan Ampera, Sumatera Selatan


Ide untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang ”Seberang Ulu dan Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang, tahun 1906. Namun pembangunan jembatan ini baru terlaksana pada April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana rampasan perang Jepang.

Awalnya, jembatan ini dinamai Jembatan Bung Karno sebagai bentuk penghargaan kepada Bung Karno, yang telah mewujudkan keinginan warga Palembang untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada 1965, saat itu jembatan ini adalah yang terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada 1966, gerakan anti-Soekarno menguat, maka nama jembatan itu diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Aku punya banyak kawan orang Sumsel, dan aku selalu penasaran setiap mereka cerita tentang Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Terutama tentang cantiknya jembatan Ampera di malam hari. Selain itu, ke Sumsel aku juga punya misi lain, yaitu wisata kuliner! Ahaha… Sejak dulu aku memang penggemar makanan-makanan dari sini, mulai dari krupuk kemplang-nya, trus pempek, tekwan, pindang ikan belido, dannnn… sang juara: TEMPOYA!


4. Situ Gunung, Jawa Barat



SITU GUNUNG, sebuah danau di kaki Gunung Pangrango. Kesan pertama adalah ketika ikut kelas fotografi sama Arbain Rambey, dia nunjukin salah satu jepretannya yang membuat kami semua, waktu itu bertanya, “Waaahhh…itu di mana Bang?”

Dan ternyata, lukisan nirwana itu adalah Situ Gunung, Sukabumi. Danau tenang nan jernih dikelilingi bukit hijau, dengan sinar matahari keemasan yang memantul di permukaan air dan membentuk siluet perbukitan, luar biasa indah. Kayaknya pengen banget camping di tepi danaunya yang dingin dan tenang. Pagi-pagi, minum coklat panas sambil baca buku. Apalagi kalau dengan orang yang kita sayang, wah persis adegan Meg Ryan & Nic Cage di “City of Angels”…

5. Green Canyon, Jawa Barat


GREEN CANYON, nama aslinya adalah Cukang Taneuh. Sebuah panorama alam yang unik dan sangat indah, sungai jernih yang mengalir di antara ngarai hijau. Letaknya di selatan Jawa Barat, antara Batu Hiu dengan Batu Karas.

Dua tahun lalu aku melihat-lihat kamera digital seorang kawan yang baru pulang dari Pangandaran, dan ternyata ia juga mampir ke Green Canyon. Aku lihat foto-foto dan videonya, wow…subhanallah banget tempat itu. Air sungainya jernih kehijauan, di kanan kiri tebing-tebing hijau, yang meneteskan air dari atas. Bener-bener hijau, pertama kali yang kupikirkan saat melihat foto dan video Green Canyon adalah, ini sungguh sebuah replika surga. Pasti di surga ada tempat kayak gini.

Belum lama ini aku ke Batu Karas, sudah lewat sungai yang jernih kehijauan itu, tapi sayang seribu sayang nggak bisa mampir. Maklumlah, rombongan. Lain waktu aku mau ke Pangandaran lagi, tapi kayaknya naik pesawat aja deh. Naik bus, gak gak gak kuat >.<

6. Lawang Sewu, Jawa Tengah


LAWANG SEWU, sebuah gedung tua di Semarang, Jawa Tengah yang dibangun pada 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda Semarang yang dahulu disebut Wilhelmina Plein. Pada masa perjuangan, gedung ini menjadi saksi atas peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober-19 Oktober 1945). Di sini terjadi pertempuran hebat antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Bangunan ini sekarang dianggap angker, bahkan dijadikan lokasi syuting film horor dan uji nyali. Aku penasaran banget sama Lawang Sewu. Sekeren ini, masa iya sekarang dibiarkan kosong, tak terpakai dan kurang terawat? Padahal katanya Lawang Sewu inilah yang membuat Kota Lama Semarang semakin eksotis.


7. Ranu Kumbolo



RANU KUMBOLO, sebuah danau indah di ketinggian Gunung Semeru. Pertama kali kudengar kata Ranu Kumbolo adalah dari lagunya Dewa 19, Mahameru. Lalu aku baca buku “5 CM” di mana Ranu Kumbolo digambarkan seperti danau dan lembah hijau yang ada di film Jurassic Park. Siapa yang nggak mupeng coba? Aku sangat ingin naik Mahameru, tapi paling tidak jika aku nggak bisa mencapai puncak, aku ingin bisa seharian di Ranu Kumbolo.


*** bersambung

Senin, 18 Juli 2011

Lollipop Clutch, My HANDMADE...!

Aku baru aja menyelesaikan sebuah rajutan, kali ini bukan syal atau topi, melainkan sebuah dompet atau CLUTCH...!



Cantiknyaaa ♥♥♥

Aku menyebutnya Lollipop clutch, karena warna benangnya itu ngingetin sama lollipop, si permen warna-warni, aaaa lucu deh pokoknya! Ukurannya lumayan besar, karena awalnya pengen bikin laptop case, tapi apa daya benangnya kurang >.< trus aku males beli lagi (belinya jauh euy di gerlong, soalnya di sana lucu-lucu dan murah)



Dari luar sih kelihatan baik-baik aja ya clutch ini, tapiiiiii jangan coba-coba lihat dalemnya! Ahahahaha... parah banget asli! Terutama di bagian retsleting, alamak... trus masang dalemannya juga kujahit pake tangan aja, trus nggak tau lah gimana caranya yang penting nempel! \m/

Dalemannya pakai kain pelangi juga, keren deh pokoknya colorful!



Eits, udah udah jangan diliatin detailnya gitu dong, gak usah merhatiin jaitannya deh, hihi. Ini tadi pagi aku diajarin Mbah buat ngejahitnya, Mbahku sampai mumet dan nyerah, "Yo opo nak, jaitanmu iku... koyok aku biyen. Wis gak popo lah." :p

Well, sekarang aku punya tempat bagus untuk kosmetikkuuuuuu... asiiiikk...




Nb: Aku juga pernah bikin syal dari benang lollipop ini, emang lucu banget dia warna-warninya. Ini syal bikinanku, dipake si Panda, hehehe



♥♥♥

Minggu, 17 Juli 2011

P.M.S

Sebentar, ini tanggal berapa? Udah menjelang tanggal 20 ya?

Huh, pantas saja aku nge-galau. Sudah 3 hari terakhir ini kepala migrain, perut melilit, pegal-pegal, jerawat kecil-kecil, aaagghh... This is my PMS!

Apa? PMS?

Seperti kita ketahui, perempuan memang berbeda dari kaum pria. Mereka memiliki siklus-siklus tertentu dalam hidupnya, bahkan dalam setiap bulannya. Siklus-siklus yang pada umumnya diakibatkan oleh perubahan hormonal dalam tubuh seorang perempuan.

Nah, PMS atau pre-menstruation syndrome adalah gejala-gejala khas yang (katanya) lumrah dialami para perempuan menjelang "tanggal merah"-nya. Seringkali, di tanggal-tanggal ini (katanya) perempuan jadi sangat sensitif. Dikit-dikit marah, dikit-dikit nangis, dikit-dikit ngambek. Senggol-bacok, gitu istilah seremnya. Sehingga seringkali para perempuan mencoba untuk meminta orang-orang di sekitarnya untuk memahami gejolak emosionalnya, "Ei, gue lagi PMS nih! Jangan macem-macem ya!" atau, "Haduh...sori sori gue lagi PMS nih, jd meledak-ledak gitu..."

Tapi, benarkah demikian? Atau itu hanya pembelaan diri saja atas kesalahan mereka?

Justru itulah yang ingin saya bagi, khususnya kepada sista-sista semua. Apakah kamu juga mengalami gangguan-gangguan tertentu menjelang "tanggal merah"-mu?

Kalau aku, awalnya memang tidak begitu percaya hubungan antara siklus menstruasi dengan gejala-gejala tertentu, terlebih gejala yang bersifat mental atau emosional. Aku juga nggak mau dikatakan nyari-nyari alasan agar orang lain memaklumi diriku yang (lagi) nyebelin.

Tapi aku penasaran juga, mengingat bahwa memang hampir setiap bulan aku merasakan gejala-gejala yang nggak enak di badan. Dan biasanya, seminggu setelah aku uring-uringan nggak enak badan gitu, aku haid. Jadi aku memutuskan untuk mulai rajin membuat kalender pribadi di buku catatanku. Aku tandai setiap tanggal dengan simbol-simbol tertentu, plus catatan kecil di bawahnya. Tanggal sekian aku migrain, tanggal sekian aku sakit perut sampe 3 hari, tanggal sekian mulai nongol jerawat, tanggal sekian aku mulai males ngapa-ngapain, tanggal sekian aku haid, dan tanggal sekian haidku selesai.



Setelah tiga bulan berlalu, aku review lagi kalender-kalender itu, dan... bener juga sih, semua gejala nggak mengenakkan itu datang hampir selalu tepat waktu setiap bulannya. Dan gejalanya juga itu-itu aja. Oke, aku paham, berarti memang pre-menstruation syndrome itu menimbulkan gejala fisik demikian di dalam tubuhku.

Nah, bagaimana dengan gejala emosional? Justru inilah yang paling ingin kuketahui. Oke, aku kembali rajin merunut kejadian-kejadian tertentu dalam kalender pribadiku, dan... jeng jeng! Aku nggak tau kenapa, tapi iya bener! Antara 7-10 hari menjelang "tanggal merah" selalu ada catatan seperti ini: #dimarahin ibu, #ngomel-ngomel ke orang, #berantem sama niko, #manja sampe bikin gondok, #bikin kacau rapat, #nangis, #minum obat nyamuk (astajim! gak deng, becanda haha!). Intinya adalah, ada tanggal-tanggal di mana aku sangat galau, sensi, dan nyebelin buat orang lain. Dan tanggal itu ada di dalam siklus yang sama.

Dugaan awal atas kelabilan emosi atau gejala psikis PMS adalah disebabkan oleh perasaan tidak nyaman di dalam diri, yang masih terkait dengan gejala-gejala fisik. Misalnya, gejala fisik seperti migrain, sakit perut bagian bawah (rahim), gangguan pencernaan, nyeri di bawah ketiak, plus dtgnya segerombolan jerawat tak diundang adalah saaangaaaaaaattttt menyebalkan buat cewek! Sumpah! Dan percaya atau tidak, semua gejala itu bisa datang BERSAMAAN!!!! *hosh,,hosh,, (Sabar Ken, sabar...(>.<) Maaf, curhat nih ==> sedang mengalami*.

Kan, semua itu tak pelak membuat kau jadi males ngapa-ngapain, males ngomong, males ngaca, males ketemu orang, maunya bergelung di tempat tidur. Apalagi jika semua gejala itu datang hampir bersamaan, ya ampun, pasti cowok-cowok ngga kebayang ya? Sumpah bro, itu ngga enak banget rasanya. Bawaannya pengen marah-marah geje. Jadi ya, mungkin sedikit banyak itu berpengaruh ke mood.

Dulu aku pernah membaca buku "Why Men Don't Listen & Women Can't Read Maps" (sekarang dmn ya bukunya, lupa) Itu salah satu literatur yang bisa menjelaskan kepadamu tentang perbedaan pria dan wanita, secara hormonal dan cara kerja otak yang berimplikasi kepada perbedaan sifat-sifat umum mereka. Allan & Barbara Pease menjelaskannya berdasarkan penelitian, jadi itu uraian ilmiah.

Seperti kita ketahui, hormon yang sangat berperan pada tubuh wanita adalah estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini yang membuat payudara membesar dan suara menjadi lebih tinggi. Sedangkan pada pria, hormon yang mendominasi adalah testosteron, yang menyebabkan pria memiliki suara berat dan tubuh lebih berotot. Hormon yang dimiliki wanita juga dimiliki oleh pria, begitupun sebaliknya. Hanya rasio jumlah hormon-nya yang sangat berbeda.

Secara biologis, siklus perubahan hormonal pada wanita juga diikuti perubahan psikologis pada wanita. Maka, kemudian ada istilah PMS (pre-menstrual syndrome) yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi. Wanita pun dianggap main 'perasaan' atau lebih sensitif.

Pre-menstruation syndrome atau PMS adalah hal yang lumrah terjadi pada perempuan. Itu adalah sebuah fakta ilmiah. Seperti apapun gejalanya, yang jelas kebanyakan bukanlah hal enak. Berikut info yang kudapat dari sebuah situs kesehatan.

Terdapat kurang lebih 200 gejala yang dihubungkan dengan PMS, namun gejala yang paling sering ditemukan adalah iritabilitas (mudah tersinggung) dan disforia (perasaan sedih). Gejala mulai dirasakan 7-10 hari menjelang menstruasi berupa gejala fisik maupun psikis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan biasanya menghilang setelah menstruasi.

#Fisik
-Kelemahan umum (lekas letih, pegal, linu) *di gue, yap!
-Acne (jerawat) plus muka berminyak *iya banget
-Nyeri pada kepala, punggung, perut *semuanya, IYA!
-Nyeri pada payudara ***** (sampe 5 bintangnya)
-Gangguan saluran cerna misalnya rasa penuh/kembung, konstipasi, diare *bener bgt
-Perubahan nafsu makan, sering merasa lapar (food cravings) *di gue, enggak. malah ga napsu makan


#Mental
-Mood menjadi labil (mood swings), iritabilitas (mudah tersinggung), depresi, ansietas
-Gangguan konsentrasi
-Insomnia (sulit tidur)

klo aku tambah 2 poin lagi:
-Jadi sangat tidak logis dan cenderung "nggak mau ngerti"
-mencari media katarisasi dengan berbelanja ***gawat

Hmm... setelah baru saja aku mengamati kalender pribadiku dan merunut gejala-gejala fisik maupun psikis yang datang di periodik tertentu, sepertinya memang aku (juga orang-orang di sekitarku) harus mewaspadai gejala ini. Antisipasi sebelum, juga ketika ia datang. Aku tidak ingin berapologi atas perilaku-perilaku nyebelin yang kebetulan kubuat selama periode itu. Sebagai perempuan aku ingin berbagi saja, mudah-mudahan kita semua bisa semakin memahami diri sendiri. Aku sendiri, setelah memahami kalender dan siklus pribadi-ku, ingin belajar untuk bisa menguasai diri. Bagaimana denganmu, sista? Kau juga mengalami PMS yang nyebelin seperti aku? Sharing dong!