Jumat, 17 Februari 2012

Boybands & Me

Banyaknya boyband yang baru bermunculan di industri musik Indonesia sekarang, jelas mengingatkanku pada era akhir 90-an dulu. Waktu itu juga banyak boyband, tapi trend-nya berasal dari Amerika Serikat dan Inggris, seperti Backstreet Boys, NSYNC, Boyzone, dan Westlife. Sekarang banyak juga boyband dan girlband, tapi kali ini trend-nya dari Korea Selatan. Tentu saja dengan warna musik dan packaging yang jauh berbeda daripada boyband 90-an dahulu.

Well, it’s been long since the last time I became a fan of boyband.


Dulu, waktu kelas 5 SD aku ngefans banget sama Backstreet Boys. Awalnya, ibu ngebeliin album BSB bertajuk “MILLENNIUM” untuk hadiah ulang tahunku. Waktu itu BSB emang lagi tenar-tenarnya. Aku seneng banget, tapi waktu itu aku masih kelas 5 SD, bahasa Inggrisku masih payah. Aku seneng denger musik mereka tapi sayangnya aku nggak ngerti.


Akhirnya aku beli kamus saku, mencoba menerjemahkan satu per satu kata dalam lirik lagu BSB. Eh, malah makin banyak ga ngerti, karena kan banyak kata-kata atau bahasa slang yang nggak dijelaskan di kamus saku. Akhirnya aku ikut les bahasa Inggris. Motivasiku: kepengen ngerti lagu BSB! Jadi secara tidak langsung, BSB adalah guru bahasa Inggris pertamaku.

Yang membuatku jatuh cinta dengan Backstreet Boys pertama kali adalah karena suara merdunya Brian Littrell. Kedua, video musiknya juga keren. Kudengarkan musiknya, oke banget nih. Seru, nggak monoton. Terus lama-lama aku jadi seneng ngeliat AJ. Yes, I always love bad boys, hehe...

Walaupun kemudian cewek-cewek pada heboh sama Westlife, they’re not really my type. Buatku, mereka terlalu manis, terlalu lembut, dengan lagu-lagu romantis yang berkesan cengeng. Seperti kubilang tadi, aku jauh lebih suka cowok-cowok berandal macem BSB.

Generasi boyband terakhir yang kuingat adalah A1, dari Inggris. Habis itu tren boyband muncul lagi, tapi kali ini dari Taiwan. Hayooo... siapaaa... Ya F4 lah, siapa lagi! Keempat cowo ganteng itu populer banget dengan Meteor Garden-nya.
Setelah itu aku nggak terlalu memperhatikan perkembangan para boyband dan girlband. Di Indonesia sendiri, lagu Melayu-lah yang mulai naik daun. Nah, baru-baru ini aja nih, demam Korean-Pop atau Hallyu Wave menyebar ke Indonesia. Mungkin terasanya baru 2 tahun belakangan.

Awalnya aku sama sekali nggak tertarik dengan temen-temen kosanku yang joget-joget plus senam pake lagu “Sorry Sorry” atau “Bonamana” setiap pagi. Pas lihat videonya, agak bingung, banyak banget yang nyanyi. Aku nggak bisa menemukan mana yang paling menonjol di antara mereka. Warna musik dan konsep videonya juga hampir mirip satu sama lain. Begitu pula boyband Korea lain dengan pretty boy + cute wink-nya. As you know, pretty boys are not my type.

Sampai kemudian suatu hari, aku mendengar lantunan “Tell Me Goodbye” dari kamar temenku. Ada suara yang sangat powerful di lagu itu, sampai aku penasaran dan nyamperin dia di kamarnya. Aku penasaran, coba dong, aku pengen denger lagu tadi. Lagunya enak, trus itu tadi suara siapaaaa... sumpah bagus banget suaranya. “Baby aishita bundake kizutsukete shimau.. And I got nothin’, nothin’ to say..”

Trus temenku nunjukin MV Tell Me Goodbye, supaya aku bisa lihat siapa gerangan pemilik suara nan indah itu *aseeekk.. Wih keren nih cuy, MV nya ga cuma nari-nari di studio. Ala-ala Godfather gitu deh, klasik dan gentlemen banget! Biarpun disitu mereka cuma pake setelan jas, tetep keliatan MAHAL dengan fashion berkelas. Dan ternyataaa si pemilik suara smooth yet powerful itu adalah KANG DAE SUNG! Dan Tell Me Goodbye adalah single dari album edisi Jepang-nya BIGBANG.




Bener deh, first impression dari suara Daesung dan MV keren itu bener-bener membekas. Akhirnya aku mulai deh ngumpulin lagu-lagu Big Bang, cuma untuk ngedengerin part-nya si Daesung. Aku bener-bener jatuh cintrong sama suara Daesung, sampe ga peduli sama member yang lain tu siapa namanya, nyanyi lagu apa... teuing pokoknya setiap part-nya Daesung selalu kugedein volumenya.

Eh tapi semakin banyak aku mendengarkan lagu Big Bang, hmm... kok unik ya? Mereka punya warna musik yang bener-bener beda, dan hampir selalu bermetamorfosis di setiap albumnya. Awalnya hip-hop (La La La, Shake It), trus rada-rada R’n B gitu (Fool’s Only Tears), rock (Oh My Friend), electro-dance (Lollipop, Somebody To Love) atau pop ala Big Bang seperti Lies, Haru-haru, dan Love Song.

Aku suka cara mereka mengkombinasikan berbagai warna musik hingga jadi musik ala Big Bang yang unik dan otentik. Beberapa lagu yang sangat aku suka di antaranya adalah Cafe, How Gee, Oh My Baby, A Good Man, dan Number 1. Menurutku, lagu-lagu itu kaya warna dan menonjolkan keunikan karakter vokal setiap anggota Big Bang. Di lagu Cafe misalnya, bait lagu tersebut banyak dinyanyikan dengan falsetto, tapi karakter suara Daesung yang powerful tetap dikeluarin. Lagu yang slow, patah hati gimana gitu, dibumbui dengan rap TOP yang pas. Lagu yang nggak terlalu keras, nggak terlalu cengeng juga. Bener-bener patah hati ala cowok. Saat pertama kali kudengar lagu itu, satu kesan yang terlintas adalah: harmonis. Di mana lagi coba ngedenger falsetto digabungin sama rap dan suara bass?

Otak dari lagu-lagu keren itu ternyata si Kwon Jiyong alias G-dragon. Dia yang paling banyak menciptakan dan mengaransemen lagu-lagu Big Bang. Waktu dia ngeluarin album duet sama TOP, wooooww... beat-nya earcatching banget! Favoritku adalah Knock Out, juga Don’t Go Home Baby, High High dan Oh Yeah. He’s really a genius leader. Leader for the fashion, leader for the music, and leader for the character. Terutama fashion-nya ya. GD adalah satu-satunya cowok di dunia ini yang menurut gue pantes pake rok, pantes pake jaket cewek, pantes pake pink dan pantes pake headband. Dia kayak gantungan baju tau gak, apa aja kalo dipakein ke dia langsung nempel pas dan langsung keliatan oke. Meskipun itu piyama, meskipun itu baju cewek. He is Korean fashion leader. Dari ujung rambut sampe sepatu, sampe aksesorinya di tiap-tiap jari, semua ala fashionista sejati.


Selanjutnya ada TOP alias Choi Seunghyun. He is the visual of the group. Segimanapun cintanya gue sama Daesung, tetep aja foto-foto TOP yang gue simpen, ahhaaha.. Suaranya yang ngebass tu sejak awal dipake nge-rap terus. Emang sih dia rapper Big Bang tapi aku penasaran denger dia nyanyi. Kalo didenger-denger sih aku yakin suaranya bagus. Mungkin bakal jadi kayak Creed atau Ada Band gitu kan. Eh bener lah, setelah aku denger dia nyanyi (bukan nge-rap) di A Good Man, She Can’t Get Enough, Love Song, and of course, Oh Mom, aku memastikan bahwa dia bisa nyanyi dan suaranya keren bin seksi. Come on TOP, kamu harus lebih sering lagi tunjukin suara bagusmu, jangan nge-rap melulu.


Taeyang alias Dong Youngbae jelas memberikan sentuhan R’n B yang kuat di musik Big Bang. Suaranya jernih, mengingatkan kita pada suara Neyo atau Usher. Sepertinya gaya nyanyi Taeyang banyak dipengaruhi mereka. He is the best dancer in Big Bang, dan suaranya juga jadi semacam harmonisasi buat lagu-lagu Big Bang. Soal penampilan, aku bosen sama rambut mohawk-nya. Tapi kalo ngomongin Taeyang pasti langsung ngebayangin abs seksi berpadu dengan smiling eyes yang super cute ^,^


Daesungiieee.. >,<
Aku gemes banget sama dia. Suaranya keren, senyumnya lucu.. temenku sesama VIP yang tau aku suka Daesung ngasih liat variety show “Family Outing” di mana Daesung jadi salah satu family member. Episode FO yang pertama kali kutonton adalah episode 54, dan aku langsung ngeh kenapa idolaku ini dijuluki “Dumb and Dumber Brothers” bareng Yoo Jaesuk. Bayangin aja, kan ceritanya dia disuruh ngasih makan burung unta di peternakan, eh malah ketiduran tengkurep di tengah-tengah kandang burung unta. Family member yang lain ngerjain dia, Daesung yang lagi tengkurep ditutupin pake daun makanan burung unta, trus akhirnya dia dipatok-patokin burung unta deh yang makanin daun di atas dia. Dodol banget. Sejak itu aku ngumpulin FO season 1 dan semua variety show yang ada Daesung-nya, untuk nonton celetukan dan tingkah konyol dia.


Kembali lagi pada hal yang membuat aku jatuh cinta sama Daesung, yaitu suaranya. Menurutku suara dia adalah senjata rahasia Big Bang, ngebuat musik mereka terdengar khas dan beda. Bukan cuma suaranya aja yang bagus, dia juga bisa menjiwai setiap lagu yang ia nyanyikan, apapun genrenya. Kita bisa dengar di lagu Cotton Candy dan Lunatic, dua lagu solonya yang sangat aku suka. Dua lagu itu punya warna yang amat berbeda, tapi Daesung menyanyikannya dengan penjiwaan yang sangat mendalam.

Bayangin aja, aku nggak ngerti bahasa Korea sama sekali, tapi di lagu Cotton Candy, aku bisa menerjemahkan makna lagu itu lewat suara Daesung yang lembut, empuk, kayak Cotton Candy. Kayaknya sih, ceritanya tentang kencan first love gitu ya? Ada part yang dia nyanyikan dengan suara parau, mungkin itu first love ga kesampaian ya? Aku menerjemahkan lagu itu bukan dari liriknya, tapi dari cara si penyanyi membawakannya.

Kemudian, lagu Lunatic. Lagu yang benar-benar berbeda dari Cotton Candy. Ini adalah lagu rock underground gitu, ada rap-nya juga, tapi cara Daesung menyanyikan sama baiknya dengan saat ia menjiwai Cotton Candy. Suaranya bisa beradaptasi dengan berbagai genre, itu yang kumaksud. Kalau kamu denger lagu ini, meskipun kamu nggak ngerti bahasa Korea, kamu akan bisa langsung memahami kepedihan, rasa marah, dan kecewa yang mendalam. Suara Daesung yang melengking tu menyayat hati banget di sini, beneran deh. He is really talented.

Oia, di MV Lunatic ini kita bisa liat transformasi Daesung dari a boyish-cute young boy, menjadi cowok berpostur sempurna yang berpenampilan gelap bak dewa kematian, Hades. Orang-orang bilang Daesung nggak ganteng, well.. whatever you say, yang jelas kamu nggak bisa mengingkari kalau dia ternyata punya badan yang bagus banget, otot terbentuk sempurna. Aku lebih suka bodinya Daesung daripada Taeyang. Daesung tuh pas, ga terlalu gede ototnya kaya Taeyang. Selain itu, kulitnya yang gelap juga makin menambah keeksotisannya. *aaah pingsan


Lalu ada si bungsu, Lee Seunghyun alias Seungri. Awalnya aku ga bisa menemukan kelebihan yang menonjol dari dia. Nyanyi, biasa aja. Nari, hmm.. masih kerenan GD dan Taeyang. Ganteng, nggak juga.. Apa sih dia ni.. haha, para istri Seungri, maafkan yaa tapi beneran deh awalnya aku berpikir gitu. Dia tu kayak bumbu dalam Big Bang, but he’s not the main dish, ahahaha...


Tapi trus di variety show aku nemuin karakter dia yang unik. Orangnya narsis, kelewat pede, bersemangat dan self-centered, tapi justru karena itu ia jadi sering dibully-bully sama abang-abangnya di Big Bang. Nyebelin sekaligus lucu. He is the troublemaker di Big Bang, tapi tetep aja disayang persis kayak mereka memperlakukan adek bungsunya. Setelah tahu kisah pahitnya perjuangan Seungri untuk bisa masuk Big Bang, wah..aku jadi simpatik sama dia. Dia punya semangat, optimisme, dan kepribadian tangguh yang bisa membuatnya seperti sekarang. Tapi tetep aja sih... kadang-kadang overconfidence sampe jadi aneh, hehe...

Ohya, aku juga mau bicarakan tentang video musik mereka. Aku suka konsep-konsep kreatif dan cerita yang mereka tampilkan di video musik. Misalnya di Haru-Haru dan Lies, itu keren banget ceritanya. Trus juga di Last Farewell dan Tonight. Tapi yang jadi favoritku adalah video musik Love Song. Itu one shot loh, dengan sinematografi dan konsep yang oke bangeeet... lengkap dengan ledakan besar di akhir videonya, aaaghh nonton aja deh sendiri! Kamu bakal nyadar kalo video musik ini bener-bener kualitas dunia. Symbol of perfection, I thought.


Bersambung ya. Aku lagi kangen sama Big Bang dan dibikin menggalau tiap hari sama YG nungguin tanggal 29, jadi kali ini aku bisa menulis banyak banget tentang mereka. Stay tune tomorrow. Aku akan mengupas lebih banyak tentang Big Bang.

Selasa, 07 Februari 2012

Terapi

Aku sering merasa kosong belakangan ini. Memang, hari-hariku selalu dipenuhi berbagai aktivitas, tapi entah mengapa, di dalam rasanya hampa. Rasanya seperti energiku, motivasiku, semangatku yang seperti biasanya itu, disedot habis. Aku merasa seperti orang yang kalah. Karena aku kehilangan energi bahkan sebelum aku mulai.

Aku pengen pulang terus. Pengen ketemu ibu. Pengen di rumah aja. Rasanya seperti itu terus setiap hari. Bener-bener nggak ada gairah untuk melakukan apa yang seharusnya kulakukan. Ke kampus, buka buku, ngetik, kerja, liputan… kukerjakan tapi nggak ada satupun yang sepenuh hati. Hasilnya pun tidak maksimal, tidak seperti biasa.

Aku merasa payah sekali. Karena aku terus berusaha untuk lari dari masalahku, enggan sekali menghadapinya. Sungguh memotivasi diri sendiri itu lebih sulit daripada memotivasi orang lain. Aku merasa minder, aku mau menyerah, aku males, aku bingung, aku capek, kok rasanya semua hal negatif itu mudah mengganggu tiap kali aku baru mau berkonsentrasi.

Aku tidak bisa fokus pada tujuanku saat ini. Aku sudah berusaha menempelkan berbagai kertas warna-warni di kamar, menempelkan jadwal harianku. Jam segini harus bangun, jam segini harus ini, jam segini mulai itu, jam segini udah selesai… dan seterusnya. Reminder nggak berhenti-berhenti bunyi di HP. Reminder belajar TOEFL, reminder baca buku, reminder deadline… itu semua usahaku sendiri untuk mendisiplinkan diri. Tapi tetep aja… seringkali kuabaikan. Atau kalaupun kulakukan, setengah hati.

Ah, padahal biasanya aku orang yang sangat terorganisir loh. Aku sangat nurut sama to do list-ku.

Rasanya kok berat sekali langkah ini untuk maju. Aku berputar-putar terus dalam kebingunganku sendiri, sehingga yang kudapat cuma capek. Aku tidak melangkah ke depan.

Aku belum pernah merasa sebingung ini sebelumnya. Dulu kupikir hidupku akan lurus-lurus aja seperti biasanya, aku akan dapatkan semuanya dengan mudah. Tapi sekarang, aku harus belajar memperjuangkan hidupku sendiri, aku harus mampu beradaptasi dengan dunia yang tengah aku jalani. Aku harus menghilangkan semua energi negatif di dalam diriku.

Tuhan benar-benar mendidik aku untuk lebih dewasa tahun ini. Dengan berbagai caranya, yang terkadang tidak aku mengerti. Tapi ya, untuk bisa mengerti, aku harus melewati ini semua. Dulu aku punya hidup yang sempurna, nyaris tak pernah jatuh, tak pernah harus sungguh-sungguh berjuang untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi kali ini aku harus belajar berkali-kali bangkit dari keterpurukan. Begitulah Tuhan mendewasakan aku. Ia memang Maha Adil.

Udah lama banget sejak aku terakhir nulis di blog ini. Belakangan memang aku hampir gak punya waktu untuk diri sendiri, untuk merenung. Menulis menjadi salah satu terapi ampuh buatku. Nulis sendiri, curhat sendiri, dan pada akhirnya menyemangati diri sendiri. Aku menulis seringkali untuk menemukan kembali otonomi diri, menemukan apa yang tersembunyi di dalam pikiranku, sekaligus membangkitkan lagi rasa percaya diri.

SEMANGAT ah Ken!