Senin, 07 November 2011

Korean Pop; Sebuah Kontra Hegemoni

Saat ini demam boyband dan girlband sedang melanda Indonesia. Namun yang berbeda pada demam boyband kali ini adalah, kiblatnya bukan lagi berasal dari UK atau US seperti Boyzone, Backstreet Boys, NSYNC, dan Weslife (lawas abis). Kali ini, virus boyband dan girlband itu berasal dari negeri ginseng, Korea Selatan.

Melalui produk-produk budaya populer seperti film, drama, dan musik, Korea Selatan getol menyebarkan pengaruh budayanya, yang dikenal dengan sebutan Korean Pop, K-Pop, atau Hallyu Wave. Tak cuma di Indonesia, demam K-Pop bahkan sudah meluas ke berbagai penjuru dunia. Di sebagian besar wilayah Asia, Eropa, bahkan Amerika, nama-nama seperti DBSK, Superjunior, Wondergirls, dan Big Bang sudah tak asing. Perlahan tapi pasti, mereka menggeser dominasi musisi UK dan US yang sejak dulu selalu merajai tangga musik internasional. Hegemoni Hollywood yang amat mapan kini dilawan oleh sebentuk kontra hegemoni dari Korean Pop ini.

Apa sih yang membuat para selebriti Korean Pop menjadi idola baru bagi seluruh dunia? Mungkin karena musik mereka yang catchy, penampilan yang bener-bener unik dan fashionable, koreografi memukau, fisik yang dipoles dengan sempurna, serta identitas mereka sebagai orang Korea, orang timur, yang tidak hilang meski dikemas dalam paket modern. Video-video klip dan film mereka mungkin menjadi semacam angin segar di tengah video klip dan film para artis Hollywood yang penuh ketelanjangan. Ya karena lama kelamaan ngelihat video klip Lady Gaga, Katy Perry, Black Eyed Peas & Fergie yang selalu menyajikan pakaian minim, kekerasan fisik dan verbal, serta ketelanjangan mungkin menimbulkan kejenuhan tersendiri di antara para penikmat seni musik. Maka ketika Korean Pop datang dengan seni ala orang Timur, itu memberikan suatu kesegaran.

Di Indonesia, hegemoni K-Pop dibuktikan dengan digelarnya konser K-Pop bertajuk KIMCHI (Korean Idols Music Concert Hosted in Indonesia) yang untuk pertama kalinya digelar di Jakarta, 4 Juni 2011. Lima artis Korea tampil dalam ajang Kimchi tersebut, yaitu The Boss, X5, Girl’s Day, Park Jung Min, dan diakhiri dengan tampilnya Super Junior. Tak disangka-sangka, ternyata peminat konser KIMCHI ini membludak!

Awalnya aku sama sekali nggak tertarik dengan boyband-girlband Korea itu. Sama sekali. Sementara temen-temen kosan setiap hari selalu nyetel keras-keras “Gee”, “Sorry Sorry”, “Nobody”. Beberapa bahkan nyetel videonya di ruang TV dan dengan penuh semangat ngikutin koreografi mereka buat senam pagi (-__-!)

Oke, lagu-lagu mereka memang catchy. Tapi begitu lihat videonya... umm... nggak terlalu cocok dengan seleraku. Cewek-cewek kurus bak boneka porselen tanpa cacat yang didandani seragam serta beautiful boys yang berpakaian sangat modis dengan V neck berbelahan rendah, (plus suka nge-wink ~ ;) bukan seleraku. Sudah gitu, video klipnya gitu-gitu aja, menurutku kurang keren. Cuma mengandalkan setting studio, koreografi enerjik, serta gambar close up wajah-wajah para anggota boy/girlband yang tanpa cacat. Udah, gitu doang. Nggak ada alur cerita, nggak ada karakter tertentu, semua dibikin seragam dan sangat-sangat mem-boneka. Kualitas suara dan musik mereka juga kurang menarik perhatianku.

Sampai kemudian aku mendengar lantunan suara merdu yang menyanyikan “Tell me goodbye, oh tell me goodbye... hanasou...” Weits! Keren banget suaranya! Siapa tuh yang nyanyi? “Ini lagu Big Bang,” kata temenku yang nyetel lagu itu. Boyband Korea juga, tapi kok lagunya bahasa Jepang? Oh, ternyata lagu ini memang ada di album khusus Jepang. Aku suka banget lagu ini, terutama ada satu suara yang bener-bener membuatku terpesona mendengarnya *lebay. Tapi beneran deh. Bagus banget suaranya. Siapa sih iniii...

Temenku itu pun menunjukkan video klip lagu Tell Me Goodbye, supaya aku bisa lihat, siapakah gerangan pemilik suara nan indah itu. Dan ternyata, dialah Kang Dae Sung! Asli, aku bener-bener jatuh cinta sama suaranya. Beautiful. Smooth but Powerful. Dalem. Keren banget. Udah ngga ngerti mau ngomong apa lagi.


Kang Dae Sung - Big Bang

Dari mulanya hanya pengen tau siapa pemilik suara merdu itu, aku kok jadi kepincut juga sama video klip Tell Me Goodbye-nya Big Bang yang keren ini, setidaknya jauh lebih niat ketimbang video klip boyband lain yang pernah aku lihat. Shot-nya keren, wardrobe-nya apalagi, ada alur, beda lah pokoknya. Wah baru ini nih gue liat video klip artis Korea seniat ini.



Video klip semestinya menjadi bentuk penghargaan manajemen terhadap kerja keras artisnya. Membandingkan dengan video klip boyband lain yang pernah kulihat, aku jadi bisa melihat perbedaan, mana manajemen yang bener-bener menghargai artis, mana yang pelit dan cuma mau jual kesempurnaan fisik artisnya aja. Itu sih pandanganku sebagai orang awam aja ya, sebagai penikmat karya seni musik.

Suara merdu Kang Dae Sung kemudian menyeretku perlahan ke pusaran Hallyu Wave... Kena deh, aku demam Korean Pop! Aku jadi mulai tau karya-karya Big Bang yang lain, serta tentu saja, saudara perempuan mereka dari satu manajemen, 2NE1. Nah, keren juga nih. Video klip pertama yang kulihat dari 2NE1 adalah “It Hurts” yang coooool abissss! Video klip bertema Halloween yang setting, wardrobe, serta make up nya niat banget.



Oh, coba Girls Generation di-package seperti ini, mungkin akan jauh lebih menarik. Anggota 2NE1 dan Big Bang, kalo secara penampilan fisik kayaknya sih nggak semulus Superjunior atau Girls Generation ya (aih, sebut nama juga akhirnya), tapi manajemen mereka bener-bener menghargai talenta mereka dengan ngebikin video klip yang keren dan artistik. Coba bandingin, video klip Tell Me Goodbye dan Love Song dengan Sorry Sorry atau Mr Simple. Versi cewek, coba bandingin video klip It Hurts dan Fire dengan Mr Taxi atau Visual Dream (yang terakhir, yang paling parah menurutku).

Yang aku kritik bukan performa Suju atau SNSD-nya (aku malah salut dgn kekompakan mereka), melainkan manajemennya itu lho, yang menurutku kurang memberikan apresiasi untuk mereka dalam bentuk video klip yang artistik dan keren.

Sebagai seorang penikmat musik, aku semestinya memang terbuka dengan berbagai jenis musik, termasuk Korean Pop. Ya, setidaknya tau lah. Tapi jujur aja, memang nggak banyak sih yang cocok dengan seleraku. Hanya beberapa aja seperti Big Bang, 2NE1, trus reality show Running Man yang lucu banget, hehe... Tapi tetep, suaranya Dae Sung-lah yang jadi daya tarik utama buatku dalam K-Pop ini. Asli, keren banget lah dia, bahkan performa live-nya sangat prima. Kerennya Big Bang udah diakui dengan terpilihnya mereka sebagai Worldwide Act dalam MTV Europe Music Award di Belfast, 6 November 2011 kemarin. Mereka mewakili Asia Pasifik, mengalahkan Britney Spears yang mewakili Amerika Utara, Lena yang mewakili Eropa, Abdelfattah Grini yang mewakili Afrika/India/Timur Tengah, dan Restart yang mewakili Amerika Latin.



Sedangkan 2NE1 sendiri buatku sangat unik karena mereka mengusung konsep girl power, seperti Spice Girls dulu. Mereka bukan girlband yang berimut-imut unyu dengan bodi dan wajah sempurna seperti cetakan porselen. Mereka menonjolkan karakter masing-masing anggota, dan itu yang aku suka. Trus fashion-nya itu loh boooo... berani, beda, dan fresh banget lah!

Aku bener-bener menikmati performa, musik, dan karya-karya mereka, tapi sama sekali nggak peduli dengan kehidupan pribadinya. Mau operasi plastik apa engga, mau ngeganja atau engga, punya pacar apa belom, bukan urusanku juga sih... aku cuma menikmati karya mereka sebagai para pekerja seni. Sejauh ini, baru tiga hal tadi sih yang menarik perhatianku tentang K-Pop: Big Bang, 2NE1, dan Running Man. Lainnya, belum.

Baiklah, tidak bisa disangkal bahwa demam K-Pop sedang melanda dunia, Indonesia, dan akhirnya, aku juga kena :p


*ada yg tau apa iniiii...?? hahaha

7 komentar:

  1. ini jdulnya kontra hegemoni, tapi maaf saya gag paham sebenarnya siapa yang mengkontra hegemoni siapa ya mbak? makasih.

    BalasHapus
  2. hehe iya sorry kemaren ada kesalahan alur & penataan kata, sudah dibenerin, hehe... maaf ya kalo membingungkan, terima kasih sudah mampir dan mengkoreksi, salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembahasan yang sangat baik :) tapi bolehkah saya berkomentar disini?

      Merujuk pada komentar anonim, ketidak pahaman mungkin terletak pada siapa yang mengkontra?

      Itu memang pertanyaan mendasar ketika adanya Kpop. Kemunculannya yang menggurita, mulai dari drama---musik telah menjadi sebuah sistem yang dipakai para penguasa media.

      Disatu sisi kemunculan Kpop ini memang mendapatkan tempat yang baik dikalangan orang, namun tidak sedikit yang menganggap kemunculan mereka hanya sebatas sekila (Populer Musik) Contoh kritikan bisa kita jadikan bukti bagaimana Piyu, tangga, Tipe X dll ingin mengkontra Hegemoni Kpop.

      Saya kebetulan akan daftar ke kajian budaya Unpad tahun ini, dan akan mengajukan tesis tentatif kurang lebihnya sama, tentang kontra hegemoni, tapi bukan dari Kpop melainkan dari Tipe X.

      Salam :)

      Hapus
    2. kontra hegemoni itu kan berarti membuat hegemoni tandingan... saya pikir adanya korean pop, mereka merupakan bentuk kontra hegemoni atas Hollywood.

      Hai, salam, aku unpad juga :)

      Hapus
  3. BIGBANG SPECIAL EDITION! itu...itu... Big Show 2011 yaa?? aaaawww

    BalasHapus
  4. artikelnya bagus,,aku sependapat sama mbak ^^

    BalasHapus