Postingan

Balada Hidup Bersama

Gambar
Semenjak tinggal di Jakarta, Lala, sahabatku, tinggal di apartemen. Lokasi apartemennya di Pondok Bambu, kebetulan nggak terlalu jauh dari kantorku. Aku pun sering main ke tempat Lala sepulang kerja kalau lagi males sendirian di kosan. Lalu kami menggalau bersama. Di apartemen Lala ada 2 kamar tidur. Awalnya aku lebih suka tidur sama Lala sambil pillow talk sebelum bobo. Tapi Lala sukanya tidur pake AC, sedangkan aku paling nggak tahan tidur kedinginan. Kalau mulai kedinginan tidurku ngga tenang lalu suka ngusel-ngusel Lala mencari kehangatan, sampe pernah dia hampir jatuh dari tempat tidur gara-gara aku. "Perang dingin" itu pun semakin menjadi-jadi. Jam 1 aku yang kedinginan bangun matiin AC. Jam 2 Lala yang kegerahan bangun nyalain AC. Jam 3 aku kedinginan lagi, matiin AC lagi, dan begitu seterusnya. Sampai akhirnya semalam, aku memutuskan pisah ranjang dari Lala. Aku tidur di kamar sebelah tanpa AC, melungker berkemul selimut tebal, sementara Lala bobo canti...

Lagi-lagi Jogja, Kali Ini Ceritanya Berbeda

Gambar
Dengan kondisi badan masih biru-biru usai body rafting kemarin, aku, Kak Noni dan Desma masih berhasrat melanjutkan perjalanan ke Jogja. Nanggung euy, udah di selatan. Sementara rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, kami bertiga turun di terminal Banjar dan menunggu bus Mandala dengan tarif Rp75rb yang akan membawa kami ke Jogja. Ternyataaaaa... sopir busnya gila! Ugal-ugalan! Tas-tas yang disimpan di atas pada berjatuhan menimpa kami saking itu si sopir berzig-zag serasa di sirkuit kali yak. Aku sampai SMS ke orang-orang terdekatku minta maaf kalau ada salah, dan mohon ditandai apabila terjadi sesuatu pada bus Mandala menuju Jogja, saya ada di sana TT__TT Awalnya aku woles berniat tidur sambil dengerin Jay-Z, gara-gara sopir yang sembarangan ini aku jadi inget mati. Playlist -ku pun kuganti dengan murottal , seengganya kalo gw mati husnul khotimah (. . .) Ini pertama kali aku naik bus begini ke Jogja. Pengamen ngga henti-henti masuk (tapi dangdut tarling juga tetep...

Sekeping Surga di Green Canyon

Gambar
"Kalau kamu percaya, niscaya terwujud." Menyusuri keindahan Green Canyon di Pangandaran sudah lama masuk bucket list aku. And now I am here to make my dreams come true!! Aku akan body rafting di Green Canyon, horaaayy...! Bayangkan, menyusuri jeram Green Canyon sepanjang 5 km, bukan pakai perahu tapi pakai badan sendiri! Memacu adrenalin banget. This is one thing you should do before you die, really. Pagi itu, Kamis 26 September 2013 setelah sarapan yang banyak, kami pun bersiap-siap menerjang arus Green Canyon *tsaaah. Sambil sedikit pemanasan, jangan lupa pasang peralatan keamanan. Helm, pengaman siku dan lutut, pelampung, juga sepatu sendal. Semuanya sudah disediakan sama penyelenggara, tinggal pakai saja. Ohya, titipkan juga kamera dan ponsel di kantung khusus kedap air yang dititipkan ke akang-akang pemandu. Jangan khawatir, nanti merekalah yang akan memotret untuk kita. ready! Briefing Dari basecamp , kita masih harus naik mobil pick up menuju h...

Wied Harry Apriadji: Puasa itu Mengikuti Kesederhanaan Nabi

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, aku mewawancarai pakar gizi dan makanan sehat, Wied Harry Apriadji. Ia dulu membawakan acara Harmoni Alam di Trans TV. Aku menyerap banyak ilmu dan kearifan dari beliau, tentang bagaimana menghargai tubuh kita, dengan tidak memasukkan sembarang makanan ke perut. Pak Wied ini termasuk orang yang menjalankan diet food combining , ia juga cenderung vegetarian dan cenderung raw foodist. Beliau ini orang Katolik, namun pada saat kami bertemu, ia sedang puasa. Memang sih, Pak Wied berpuasa untuk detoks tetapi sebagai orang Muslim aku malu juga betapa ia sangat menghargai kearifan yang dicontohkan Nabi Muhammad tentang makanan, sementara aku sendiri masih suka bandel tidak menghiraukan. Menyambut puasa Ramadan, ada baiknya juga menyimak sedikit petikan wawancara kami. Anda menjalankan diet food combining , yang cenderung memilah makanan berdasarkan pola dan waktu kerja sistem pencernaan. Mengapa? Tuhan sudah menciptakan kita begitu sempurna, termas...