Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Cerita tentang Indonesia

Gambar
Negeri kita ini indah sekali, kawan! Pergilah jelajahi Indonesia, jangan hanya bersembunyi di balik meja kantormu saat weekdays , dan berlindung di bawah ketek pacarmu saat weekend . Ada lebih dari 13.000 pulau di sini yang tak perlu pakai paspor dan visa untuk mengunjunginya. Masa dirimu hanya puas di Jawa saja, terus lebih memilih ngantri lama di imigrasi bikin paspor buat ke Singapura atau Thailand? Percayalah, surga itu ada di tepian Sumatera, di tengah rimba Borneo, di bawah laut Sulawesi, di gugusan Nusa Tenggara , di manisnya senyum orang Ambon, dan di antara lembah-lembah Papua. Kita mungkin hidup nyaman di Jawa, tapi pergi dan lihatlah, apakah saudara-saudara kita di sana baik-baik saja. Apakah hidup mereka seindah potret alamnya? Jika orang bertanya padaku, kenapa aku suka sekali jalan-jalan dan mengagumi negeri ini, jawabanku sederhana. Aku ingin menyimpan banyak cerita tentang Indonesia untuk anak-anakku. Agar nanti kalau mereka sudah besar, seburuk apapun k

Menyusuri Sungai Musi

Gambar
Pukul 11 siang, pasukan sudah siap. Ada aku, Ade, Yani, dan Mizan. Inilah senangnya ngebolang, kita menyambung silaturahmi dengan kawan lama dan bertemu kawan baru. Sebelum menyeberang sungai menuju Pulau Kemaro, kita makan dulu di pasar kuliner bawah jembatan Ampera. Lagi-lagi, aku pilih pindang, tapi kali ini pindang gabus, nyam... :9 makan lagi lah! “ Belum ke Palembang kalau belum menyusuri Sungai Musi,” kata Ade. Ah ya, benar juga. Sejak dulu sungai terpanjang di Sumatera ini memang menjadi urat nadi sekaligus identitas Kota Palembang. Tau nggak, sebenarnya cita rasa makanan Palembang yang asli itu berasal dari salah satu ikan endemik Sungai Musi, ikan belido namanya. Kata Pak Bondan Winarno, ikan belido ini lezat sekali rasanya. Tetapi karena populasinya terus menerus berkurang, akhirnya sekarang bahan dasar kemplang, pempek, tekwan, dan pindang pun berganti jadi menggunakan ikan gabus, tengiri, dan ikan lainnya.  Kali ini k

Kepingan Sejarah di Bumi Sriwijaya

Gambar
Palembang cantik sekali saat senja. Apalagi waktu itu hari Sabtu, tepian sungai Musi ramai sekali. Boulevard dipenuhi para penjual jajanan dan muda-mudi yang bercengkerama sambil menunggu lampu-lampu cantik Ampera dinyalakan. Serasa dunia milik berdua. Tapi masalahnya itu cowok sama cowok -__-" Aku menyempatkan diri mampir ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang terletak di belakang masjid agung, tak jauh dari tepian sungai. Masuk ke situ bayar Rp5000, dan jangan lupa buka sepatu. Hihi, iya baru ini aku masuk museum disuruh buka sepatu. Memang ruangannya bersih sekali, semua koleksinya nampak terawat. Di sini kita juga bisa membaca sejarah Palembang. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang punya catatan sejarah amat panjang. Ia pernah menjadi ibukota kerajaan maritim tertua, Kerajaan Sriwijaya . Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang saja bertarikh 682 Masehi, menjadikan Palembang sebagai kota tertua di Indonesia .

(Pindang) Palembang, Aku Datang!

Gambar
Sebagai anak yang lahir dan besar di sebuah negara kepulauan terluas di dunia, salah satu misi hidupku adalah menjelajahi paling tidak 5 pulau terbesar negeri ini. Hingga di usiaku sekarang, aku sudah menginjakkan kaki di Pulau Jawa, Madura, Bali, Sulawesi, serta Pulau Timor dan Ende di NTT. Dan, hari ini aku akan ke Sumatera, yeaaayy...!! Berikutnya tinggal Kalimantan dan Papua (plus Maluku & NTB sebagai bonus) yang akan segera kita atur waktunya ^.^ Melihat cantiknya jembatan Ampera di malam hari sudah masuk bucket list aku sejak lama. Jadi ketika sebulan terakhir ini aku lagi mumet, yang ada di pikiranku cuma: Palembang Palembang Palembang . Aku memang belum punya cuti, tapi kukira 2 hari di akhir pekan cukuplah untuk city tour dan wisata kuliner, hehe... Cewek kalo lagi stres pengennya yang asem-asem pedes, jadi sepanjang hari aku memikirkan brengkes, pempek, pindang, sambel mangga, dan tekwan. Pindaaaaanggg... aku dataaaaanggg...! Aku berangkat dari Jakarta puku

Gunung Kunci, Benteng Kokoh di Balik Bukit

Gambar
Sumedang, sebuah kota kecil di Jawa Barat yang paling banyak dikenal karena produksi tahunya. Tapi tahu nggak, sebenarnya Sumedang juga memiliki banyak sekali peninggalan sejarah berharga. Jejak-jejak bekas penjajahan Belanda dan masa Kerajaan Sumedang Larang masih tersimpan rapi di sudut-sudut sunyi kota ini. Berjarak hanya 45 km dari Kota Bandung, Sumedang memiliki sejumlah objek wisata sejarah yang patut Anda kunjungi. Salah satu situs sejarah keren menurutku yang belum banyak dikenal adalah situs Gunung Kunci. Padahal lokasinya hanya 200 meter dari alun-alun Kota Sumedang. Gunung Kunci adalah sebuah benteng dan goa yang dibangun sebagai tempat persembunyian para tentara Belanda. Gunung Kunci sebenarnya berbentuk bukit kecil saja, bukan gunung. Di bukit yang rimbun tertutup pepohonan itulah sebuah benteng besar dengan banyak lorong dibangun. Goa ini dibangun oleh tentara Belanda pada tahun 1914, dan selesai pada tahun 1917. Penyelesaian benteng dan goa seluas bu

Mengendalikan Rasa Lapar

Gambar
Bukan cuma fashion yang tren-nya mengikuti zaman. Tren penyakit pun berubah mengikuti zaman. Kalau dulu yang mewabah adalah penyakit-penyakit infeksi seperti malaria, demam berdarah, kolera, dan polio, sekarang ini banyak penyakit yang muncul akibat gaya hidup. Mungkin kita sering mendengar penyakit degeneratif. Ini nih, tren penyakit abad 21. Saat makanan alami sudah sulit ditemukan, saat manusia semakin malas gerak (karena gadget dan alat transportasi), saat pepohonan berkurang dan udara bersih semakin mahal. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, pada tahun 2007 sebanyak 59% kematian disebabkan oleh penyakit non-infeksi ini, seperti kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes. Sounds familiar huh? Aku akan membahas satu faktor yang paling dekat dengan kita, dan paling sulit kita kontrol: makan. Betapa makanan sehat nan alami sudah semakin sulit ditemukan. Kalaupun ada, gaya hidup orang zaman sekarang lebih suka makanan nggak sehat. Resto-resto junkfood seperti KFC